Langsung ke konten utama

important

Dapatkah aku berpaling darimu. Mungkin potensi dan realita memaksa tapi apakah cinta selemah itu?bukan kah ruang dan waktu tidak lebih dari sekat pembatas mata yang mengesankan sesuatu yang real menjadi unreal. Cinta itu keputusan tak terbantahkan dan melampaui logika matematis bukan hanya analogi tetapi juga nurani:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

we deserve to happy.

Hanya karna dia pernah membuatmu bahagia. Dia yang menjadi orang yang pernah kamu cintai. Lantas kamu membuang  kebahagianmu yang baru. Kamu menyia-nyiakan hidupmu dengan terus menunggu. Kamu berlarut-larut menjaga hatimu untuknya. Dan seolah tidak lagi percaya bahwa kebahagian bisa dating dari siapa saja. Kamu menutup diri. Menjadikan dirimu menjadi orang yang paling sepi. Kamu begitu dingin. Seolah olah kamu sama sekali tidak pernah lagi merasakan ingin mencari lagi. hanya Dia yang ada dikepalamu. Kamu sama sekali tidak peduli, padahal banyak orang baru yang mencintaimu. Kamu bersikeras, katamu “tak ada yang lebih indah dari masa lalu”. Bagaimanapun sayangnya kamu pada seseorang. Saat dia memilih pergi. Artinya dia tak lagi menginginkanmu. Soal kebahagian, sebenarnya tak akan pernah bisa kamu gantungkan kepada siapa pun. Bahkan kepada orang yang kau cintai sekalipun. Apalagi dia hanya masa lalumu. Jangan membiarkan dirimu terpuruk. Hanya karna kamu tidak mau menyadari , ...