Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Seseorang yg pernah membuatku sedih

Terkadang seseorang datang lagi ke hidupmu, setelah dulu dia sendiri yang memilih berlalu. Kini tiba-tiba memohon kembali bersama.Padahal dulu kau yang mati-matian mempertahankannya, kau yang memohon pada hidupnya agar dia tetap tinggal.Kau bahkan sekarat menahan perih, sebab bertubi-tubi dihantam sedih. Dia tetap memilih berlalu, seolah tak peduli lukamu.Tapi semesta punya cara sendiri memperlihatkan hatimu padanya, dia tak pernah menemukan seseorang sekuat kamu mencintainya.Alasan sederhana yang membuat dia kembali. Dia ingin diberi kesempatan, melupakan betapa sesaknya kau yang dulu membunuh kenangan.Kau tak tahu harus bagaimana; di satu sisi kau tahu rindu itu masih ada, di sisi lain kau seolah merasa semua sudah terlambat.Kau terlanjur belajar berdamai dengan dirimu sendiri. Kau tak mau melihat dirimu sedih sendiri.Namun, kau tahu, matanya selalu saja mampu membuatmu rindu.Bagaimana mungkin kau menerimanya kembali? Sementara dulu dia pernah sengaja pergi dan membiarkanmu setengah...

tak perlu membenci^^

Perpisahan seringkali membuat seseorang lepas kendali. Ada yang berusaha bertahan sendiri. Tidak mau menerima kenyataan bahwa orang yang dicintainya tidak lagi membutuhkannya. Setidaknya, sampai dia lelah. Atau mungkin sampai dia sadar bahwa berjuang sendiri itu melelahkan. Tidak ada gunanya memperjuangkan seseorang yang jelas tidak mau diperjuangkan. Namun tidak sedikit yang terus saja mencoba untuk memperbaiki segalanya. Atau ada yang lebih parah lagi, demi melupakan seseorang ia memaksa dirinya membenci. Tidak salah, jika menurutmu membenci seseorang adalah cara terbaik untuk melupakan. Namun, ada hal yang perlu dipahami, bahwa rasa benci seringkali tidak pernah menuntaskan apa pun. Bahkan rasa benci seringkali melahirkan beban baru di kepala kita. Sebab, semakin kita membenci seseorang, semakin dia bersarang di kepala kita. Harus dipahami, sekeras apa pun usaha membenci seseorang. Selama dia masih ada di hati kita, dia tidak akan mudah dilupakan. Sebab, itu berhentilah mem...