Langsung ke konten utama

Sebuah usaha untuk melupakan

Tidak mudah memang melupakanmu. Namun, apalah artinya bertahan dalam perasaan yang membuatku semakin tidak karuan. Apalah artinya menjaga harapan yang hanya melahirkan sesak demi sesak kemudian. 

Tidak mudah memang melupakanmu. Seseorang yang pernah kukenal dengan perasaan terdalam. Orang yang dulu begitu baik, namun nyatanya melukai kemudian. Bagimana mungkin aku tiba-tiba menghilangkanmu dari ingatan? Sama sekali bukan hal sederhana.

Tapi, segala hal yang sudah berakhirnya. Memang selayaknya ditinggal. Meski membawa luka yang membekas di hati akan membuat perasaan tersakiti berkali-kali. Hanya saja, barangkali patah di hati adalah bagian hidup yang memang wajar dijalani.

Aku hanya ingin pindah. Meski merangkak sedikit demi sedikit. Meski melangkahkan kaki berakit-rakit. Ada baiknya kamu membantu usaha melupakanmu, dengan tidak lagi menemuiku sementara waktu.

Melupakan seseorang yang terus saja memaksa bersama, susahnya berakali-kali lipat. Saat kamu memilih mengakhiri segalanya. Tolonglah dengan pengertian, beri aku ruang untuk memulihkan segala luka. Perasaan sedih yang harus kutanggung sendiri. Luka yang harus kupulihkan sendiri.

Jangan datang lagi mengisi hari-hari. Setidaknya sampai semua perasaan ini benar-benar biasa saja kembali. Kamu sudah memutuskan hal yang kujaga dengan sungguh. Bukankah lebih baik kamu menjaga jarak dulu, agar perasaan terluka ini kembali utuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

important

Dapatkah aku berpaling darimu. Mungkin potensi dan realita memaksa tapi apakah cinta selemah itu?bukan kah ruang dan waktu tidak lebih dari sekat pembatas mata yang mengesankan sesuatu yang real menjadi unreal. Cinta itu keputusan tak terbantahkan dan melampaui logika matematis bukan hanya analogi tetapi juga nurani:)

we deserve to happy.

Hanya karna dia pernah membuatmu bahagia. Dia yang menjadi orang yang pernah kamu cintai. Lantas kamu membuang  kebahagianmu yang baru. Kamu menyia-nyiakan hidupmu dengan terus menunggu. Kamu berlarut-larut menjaga hatimu untuknya. Dan seolah tidak lagi percaya bahwa kebahagian bisa dating dari siapa saja. Kamu menutup diri. Menjadikan dirimu menjadi orang yang paling sepi. Kamu begitu dingin. Seolah olah kamu sama sekali tidak pernah lagi merasakan ingin mencari lagi. hanya Dia yang ada dikepalamu. Kamu sama sekali tidak peduli, padahal banyak orang baru yang mencintaimu. Kamu bersikeras, katamu “tak ada yang lebih indah dari masa lalu”. Bagaimanapun sayangnya kamu pada seseorang. Saat dia memilih pergi. Artinya dia tak lagi menginginkanmu. Soal kebahagian, sebenarnya tak akan pernah bisa kamu gantungkan kepada siapa pun. Bahkan kepada orang yang kau cintai sekalipun. Apalagi dia hanya masa lalumu. Jangan membiarkan dirimu terpuruk. Hanya karna kamu tidak mau menyadari , ...