Langsung ke konten utama

Jatuh Cinta atau Bangun Cinta

terinspirasi oleh salah satu kakak Tingkat yang menurut pemahaman saya sangat memahami tentang arti "Cinta" yang beda.
.
.
.
.
.
selamat membaca..
dan selamat menemukan pelajaran hidup baru.


Jatuh cinta berjuta rasanya, adalah kalimat yang sering diungkapkan oleh pemuda yang sedang kasmaran. Tak ada yang salah dengan perasaan jatuh cinta, semua terjadi pada manusia normal. Namun, namanya "jatuh" maka siap sakit. Jika berani jatuh cinta, maka beranilah untuk sakit hati. Wajar- wajar jika saja seorang jatuh cinta. Tapi, mengapa tak mencoba hal baru. Bangun cinta. Tak perlu jatuh untuk sakit, hanya perlu bangun untuk bahagia.
Dalam kisah percintaan remaja dan pemuda, sering kita menjumpai para wanita menangis dan para lelaki kecewa. Umumnya mereka bersedih dan menyesal, karena apa yang dirasakan dalam asmara, dan diperjuangkan dengan sekuat tenaga, berjalan tidak sesuai dengan harapan mereka. kisah cinta dalam angan-angan tak sejalan dengan kenyataan. Kandas lagi, kandas lagi. begitulah fakta yang dialami. Tak sedikit yang menyesal karena jatuh cinta, dan mulai skeptis dengan hubungan yang sedang dijalani.
Bangun cinta adalah solusi yang tepat. Solusi bagi remaja dan pemuda yang telah kecewa karena indahnya cinta monyet yang semu. Bangun cinta adalah suatu usaha membangun hubungan cinta dengan lawan jenis. Perjuangan untuk mempunyai hubungan berkualitas yang sesuai dengan kehendak Tuhan, pada waktu yang tepat, dengan orang yang tepat dan dengan cara yang tepat.
Membangun cinta bukanlah hal yang mudah, namun buahnya manis. membangun cinta haruslah pada waktu yang tepat. banyak perdebatan tentang waktu yang tepat dalam hal seorang membangun hubungan. Menurut Pdt. Gilbert Lomuindong, S.Th, "Umumnya laki-laki dan perempuan yang berusia 21 tahun keatas adalah suatu pribadi yang mulai mampu secara psikologis, untuk mengatasi permasalahan dalam suatu hubungan antar lawan jenis" - hal ini disampaikan dalam seminarnya tentang pacaran kristen. Namun, tak ada patokan mutlak tentang waktu yang tepat. semua orang beragam dalam pendapat waktu. Yang pasti, cinta dapat dibangun dengan baik pada waktu dimana seseorang mulai mampu mengatur tanggungjawab pribadinya dan mulai memahami pelajaran tentang membangun hubungan - yang dipelajari dari buku-buku, kebenaran Alkitab dan pengalaman orang yang lebih dewasa - dengan lawanjenis yang disukainya.
Waktu yang tepat perlu diikuti dengan orang yang tepat. Jangan mau jatuh cinta dengan orang yang salah. Bangunlah cinta dengan orang yang benar. Sulit memang, mencari pribadi yang tepat sesuai dengan keinginan kita. Selera orang beda- beda. Namun, alangkah baiknya, bangunlah hubungan cinta dengan lawan jenis yang benar-benar mengasihi Tuhan, integritas pribadi yang baik, karakter dewasa, yang mampu membagi waktu antara tanggungjawab, keluarga dan hubungan percintaan. Dan, satu lagi yang tak kalah penting adalah dia haruslah orang yang mempunyai visi hidup dan masa depan yang jelas. Secara konkrit, carilah lawan jenis yang suka melayani Tuhan, bertanggung jawab dalam sekolah, kuliah atau pekerjaan. carilah pribadi yang ramah terhadap semua orang - rajin melakukan pekerjaan baik. Carilah pribadi yang mampu memecahkan masalah dengan solusi-solusi yang dewasa dan efektif. Carilah pribadi yang layak untuk diajak membangun cinta.
Membangun cinta sama seperti membangun suatu bangunan. ada tahap-tahap yang teratur. Jika ingin membangun bangunan yang baik, tanyakan saja tahap-tahapnya pada sarjana teknik sipil. Jika ingin ingin membangun hubungan cinta yang baik, tanyakan saja pada "Si Arsitek cinta yang Agung". Ia meninggalkan pelajaran tentang cinta lewat pengalaman manusia, kebenaran Alkitab dan buku-buku yang membahas khusus tentang cinta. Salah satu buku yang membahas tentang hubungan percintaan adalah "Man are From Mars & Woman are From Venus" - Karangan John Gray, Ph.D. Dalam bukunya, John menjelaskan bahwa "Dalam suatu hubungan, 6 bulan pertama adalah masa 'pura-pura', dimana pasangan masih bersikap manis namun itu bukan sikap sesungguhnya, pada 6 bulan kedua sikap pasangan yang sesungguhnya mulai kelihatan, pada awal 6 bulan ketiga, sikap asli pasangan benar-benar sudah kelihatan". Merujuk pada pernyataan ini, maka disarankan, sebelum membangun suatu hubungan yang serius, bertemanlah terlebih dahulu satu tahun, sampai kita mulai mengenalnya, baru memutuskan untuk membangun hubungan yang lebih jauh. Setelah itu, doakanlah dan mulai membangun suatu hubungan dengan berpatokan pada kebenaran Alkitab dan terus belajar dari buku yang secara spesifik membahas tentang hubungan percintaan. sulit rasanya, itulah membangun cinta. menjalani kesulitan untuk hubungan yang berkualitas.
Dari pada jatuh cinta dan kandas lagi, pilihlah membangun cinta. membangun pada masa yang tepat. berjalan bersama dengan pribadi yang tepat dan terus belajar membangun hubungan dengan tuntunan kebenaran Alkitab.
Cinta tak pernah salah, sebab cinta adalah anugerah Tuhan. Hubungan perlu dibangun dengan baik, sebab itu respon terhadap anugerah Tuhan.
Jatuh cinta atau bangun cinta ? Pilihan ditangan kita.
😊



Komentar

Postingan populer dari blog ini

important

Dapatkah aku berpaling darimu. Mungkin potensi dan realita memaksa tapi apakah cinta selemah itu?bukan kah ruang dan waktu tidak lebih dari sekat pembatas mata yang mengesankan sesuatu yang real menjadi unreal. Cinta itu keputusan tak terbantahkan dan melampaui logika matematis bukan hanya analogi tetapi juga nurani:)

we deserve to happy.

Hanya karna dia pernah membuatmu bahagia. Dia yang menjadi orang yang pernah kamu cintai. Lantas kamu membuang  kebahagianmu yang baru. Kamu menyia-nyiakan hidupmu dengan terus menunggu. Kamu berlarut-larut menjaga hatimu untuknya. Dan seolah tidak lagi percaya bahwa kebahagian bisa dating dari siapa saja. Kamu menutup diri. Menjadikan dirimu menjadi orang yang paling sepi. Kamu begitu dingin. Seolah olah kamu sama sekali tidak pernah lagi merasakan ingin mencari lagi. hanya Dia yang ada dikepalamu. Kamu sama sekali tidak peduli, padahal banyak orang baru yang mencintaimu. Kamu bersikeras, katamu “tak ada yang lebih indah dari masa lalu”. Bagaimanapun sayangnya kamu pada seseorang. Saat dia memilih pergi. Artinya dia tak lagi menginginkanmu. Soal kebahagian, sebenarnya tak akan pernah bisa kamu gantungkan kepada siapa pun. Bahkan kepada orang yang kau cintai sekalipun. Apalagi dia hanya masa lalumu. Jangan membiarkan dirimu terpuruk. Hanya karna kamu tidak mau menyadari , ...