Bukan
soal aku yang terlalu cepet moveon atau aku yang gak ngertiin perasaan kamu.
Banyak yg judge aku terlalu egois,terlalu gapunya perasaan dan lainnya. Tanpa
pernah tau apa yang sebenernya terjadi, seolah olah aku yang sangat amat salah
dikejadian ini. Sakit rasanya, tanpa mengetahui apa yg sebenarnya terjadi aku disalahkan
sepenuhnya. Ibarat motor yang ugal-ugalan menabrak mobil yang sedang berjalan
pelan. Tentu banyak orang yg menyalahkan mobil walau sebenarnya motor yang
salah. Ya aku mobilnya…
“Kok
cepet moveonnya, bukannya sayang bgt sama doi?”
Iya
terus kalau sayang aku gak boleh moveon? Life is must go on. Masa iya aku harus
nyiksa dri aku sendiri terus sih. Aku juga berhak bahagia walaupun bukan sama
dia
“cepet
banget gantiin posisi doi sama yang lain!”
Kenapa
Cuma aku sih yang diginiin. Coba lihat lapak sebelah, apakah dia gak cepet juga
gantiin posisi aku dihati dia sama yang lain, mungkin dia lebih dlu dibanding aku
“putus
secara gak baik ya?”
Enggak
jga, emang masa nya aja udah habis. Dan sampai detik ini. Aku berusaha untuk
tetap jadi teman baik dengan beliau. Bukan jadi musuh ataupun yang lainnya.
Karna dulunya kita juga pernah saling membahagiakan.
“kalo
gitu kenapa gak berjuang?”
Hei,
berjuang gak segampang itu. Maksud kamu selama satu tahun ini aku gak berjuang?
Aku berjuang ko. Aku rela ngorbanin perasaan aku. Dan ini mungkin emang udah
waktunya berhenti. Bukan karna lelah, tapi aku tau ada banyak hal yang gak bisa
dipaksa seberapa keras aku berjuang. aku
juga sadar diri untuk apa berjuang sendirian sedangkan dipihak lain dia tidak
ikut berjuang.
Hingga
aku mencapai batasku dan aku diam, aku tahu aku sudah terbiasa dengan keadaan
ini.
Suasana
nya udah beda udah gak sedekat dan seakrab dulu lagi. Kata kamu “kita temanan
aja” inisih bukan temanan , tapi orang asing yang pernah punya kenangan bareng
bareng
Yaaa. Disini aku belajar untuk
menerima dunia baruku tanpa kehadiran kamu lagi. tak lagi aku bercerita tentang
keseharianku kepadamu. Begitu pula sebaliknya, kamu memiliki dunia baru yang
tidak membutuhkan aku lagi. aku pernah mengira bahwa tak akan bisa hidup tanpa
cintamu. Aku lupa, semua luka perlahan akan sembuh juga. Biarkan saja waktu
mengobatinya.
Saat
itu akan tiba, ketika aku benar benar menerima kenyataan kini tidak ada lagi
‘kita’ sekarang hanya aku minus dirimu
Pada akhirnya, kamu hanya perlu
mensyukuri apapun yang kamu miliki hari ini. Walaupun yg kamu tunggu tak perna
dating. Walaupun yang kamu perjuangkan tak pernah sadar. Nikmati saja…
Kelak,
dia yang kau cintai akan tahu, betapa kerasnya kau memperjuangkannya. Betapa
dalam rasa yang kau simpan padanya. Dia hanya pura pura tidak tahu, atau
mungkin tidak mau tahu sama sekali. Tidak usah dihiraukan. Jika sampai saat ini
kamu masih memperjuangkannya, dan masih menunggunya, tidak masalah. Tidak ada
salahnya.
Namun,
satu hal yang mungkin bisa kamu renungkan. Menunggu ada batasnya. Dan. Kamu
akan tahu kapan harus berhenti dan memulai perjalanan lagi. meninggalkan tempat
dimana kamu pernah berjuang sepenuh hati, tetapi tidak dihargai.
Komentar
Posting Komentar